Mengatasi Virus Virut

     yap, ini adalah pengalaman yg saya alami sendiri….
walhasil, saat saya sedang asik mengotak-atik komputer seperti orang kesetanan tiba-tiba saja smadav saya mendeteksi dan memberitahukan bahwa komputer saya terserang oleh virus.

saat saya scan dan ternyata hampir 200 lebih dari mulai file biasa hingga yg berextensi ( .exe ) yang terserang. Saya mencoba untuk membersihkannya dengan smadav tapi tidak bisa kecuali hanya mengkarantina saja.

saya cari di browser dan akhirnya saya dapatkan caranya tapi setelah beberapa kali instal ulang hehe….
maklum saya juga masih gaptek…..

berikut langakah2 yg saya lakukan:

1. Download  Win32/Virut
2. Restar komputer anda dan saat booting tekan tombol F8 pada keyboard anda.
3. Pilih Safe mode ( yakni agar windows di jalankan dalam safe mode)
4. Cari file yang tadi anda download dan duoble click.
5. Setelah aplikasi jalan, langsung Close dan Restart lagi Komputer anda.
6. Saat komputer restart dan selesai booting sblm masuk ke windows, software tadi akan bekerja menscan
   dan menghapus virus dari file-file yang terjangkiti.
7. Setelah itu anda tinggal menunggu hingga selesai dan setelah selesai otomatis akan masuk ke windows
   dan selesai…..hehe

Itu sesuai pengalaman saya dan sampai sekarang si virut blm muncul-muncul lagi……

semoga berguna dan maaf klw ada langakah yg salah krna saya masih seorang gaptek sejati ( tapi bukan permanent)……
hehe

Dipublikasi di seputar komputer | 2 Komentar

sekelumit tentang virus komputer

Virus komputer: Sebuah kode komputer yang mampu “berbiak dengan sendirinya” yang menempelkan sebagian atau seluruh kodenya pada file atau aplikasi, dan mengakibatkan komputer Anda melakukan hal-hal yang tidak Anda inginkan.

Virus-virus komputer merupakan penyakit umum dalam dunia teknologi modern. Mereka dapat menyebar dengan cepat melalui jaringan komputer yang terbuka seperti Internet, dan mengakibatkan kerugian hingga milyaran dolar dalam waktu singkat. Lima tahun yang lalu, peluang untuk terjangkiti sebuah virus dalam periode 12 bulan adalah 1 berbanding 1000; sekarang perbandingan itu naik drastis hingga 1 berbanding 10. Statistik vital dari virus:

· Virus-virus masuk ke dalam sistem Anda melalui e-mail, download, floppy disk yang terinfeksi, atau (kadang-kadang) oleh hacking.

· Dari definisinya, sebuah virus harus dapat melakukan “pembiakan sendiri” (alias membuat kloning atau salinan dari dirinya sendiri) untuk dapat menyebar.

· Saat ini terdapat ribuan jenis virus, tetapi hanya sedikit yang ditemukan “di belantara” (berkeliaran, tak terdeteksi, di dalam jaringan) karena sebagian besar dari virus yang dikenal lahir dari laboratorium, yang merupakan varian dari virus “liar” yang banyak terdapat di dunia.

· Akibat yang ditimbulkan virus bervariasi, mulai dari yang menjengkelkan hingga yang sangat merusak, akan tetapi virus yang paling sederhana pun memiliki kecenderungan untuk merusak karena adanya bug pada kode komputer mereka (karena programmer virusnya sangat ceroboh atau memang punya niat jahat).

· Software antivirus yang ada di pasaran saat ini dapat mendeteksi hampir semua jenis virus yang ada, tetapi harus diupdate secara reguler untuk menjaga keefektifannya.

Sebuah virus hanyalah sebuah program komputer. Seperti program komputer lainnya, di dalamnya terdapat instruksi yang dapat menyuruh komputer untuk melakukan tugas tertentu. Tetapi berbeda dengan program aplikasi, sebuah virus biasanya memerintahkan komputer Anda untuk melakukan hal yang sebenarnya tidak Anda inginkan, dan biasanya dapat menyebarkan dirinya ke file-file yang ada di dalam komputer Anda–dan kadang-kadang ke komputer orang lain juga.

Bila Anda beruntung, sebuah virus paling-paling hanya menyebabkan komputer untuk melakukan tindakan yang aneh-aneh, seperti menyebabkan speaker komputer Anda berbunyi “blip-blip-blip” secara acak. Yang paling ditakuti adalah virus ganas yang dapat menyebabkan seluruh data pada harddisk Anda hilang (dengan memerintah komputer untuk memformat harddisk), bahkan ada virus yang dapat merusak hardware komputer Anda, seperti virus CIH yang merusakkan BIOS motherboard komputer Anda.


Bagaimana Komputer Saya Dapat Terkena Virus?

Komputer Anda dapat terinfeksi virus saat Anda menyalin sebuah file yang terinfeks ke dalam komputer, kemudian mengaktifkan kode dari tubuhnya saat file yang terinfeksi tersebut dijalankan atau dibuka. Mungkin Anda tidak merasa menyalinkan file terinfeksi ke dalam komputer Anda: Hei, virus tidak peduli apakah mereka menempel pada attachment e-mail, saat Anda tengah mendownload file, atau melalui floppy disk yang sering dipinjam-pinjamkan. Dan saat ini, dengan meningkatnya pemakai Internet, trend penyebaran virus adalah melalui attachment e-mail.

Pada saat Anda membuka file atau aplikasi yang terinfeksi, kode perusak menyalin dirinya sendiri ke dalam sebuah file pada sistem Anda, kemudian menunggu untuk mengirimkan isinya–apapun itu yang dirancang si programmer untuk dilakukan pada komputer orang lain. Dengan hanya menghapus e-mail yang terinfeksi setelah Anda membuka file attachment-nya tidak akan menolong, karena virus tersebut telah merasuk ke dalam sistem komputer Anda sebelumnya.

Seorang penulis virus dapat mengeset waktu penyerangan virusnya, saat itu juga, pada waktu atau tanggal tertentu, atau pada saat suatu perintah tertentu dijalankan, misalnya sewaktu Anda memerintahkan menyimpan atau menutup sebuah file. Contoh: virus Michaelangelo yang diprogram untuk melepas kode perusaknya setiap tanggal 6 Maret setiap tahunnya–yang merupakan tanggal ulang tahun

Jenis-jenis Virus Umum

Saat ini banyak jenis variasi virus yang beredar, kebanyakan diantaranya dapat dikelompokkan menjadi enam kategori umum, dimana tiap jenis sedikit berbeda cara kerjanya:

· Virus boot-sector: menggantikan atau memasukkan dirinya ke dalam boot-sector–sebuah area pada hard drive (atau jenis disk lainnya) yang akan diakses pertama kali saat komputer dinyalakan. Virus jenis ini dapat menghalangi komputer Anda untuk melakukan booting dari hard disk.

· Virus file: menginfeksi aplikasi. Virus ini melakukan eksekusi untuk menyebarkan dirinya pada aplikasi dan dokumen yang terkait dengannya saat file yang terinfeksi dibuka atau dijalankan.

· Virus makro: ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman makro yang disederhanakan, dan menginfeksi aplikasi Microsoft Office, seperti Word dan Excel, dan saat ini diperkirakan 75 persen dari jenis virus ini telah tersebar di dunia. Sebuah dokumen yang terinfeksi oleh virus makro secara umum akan memodifikasi perintah yang telah ada dan banyak digunakan (seperti perintah “Save”) untuk memicu penyebaran dirinya saat perintah tersebut dijalankan.

· Virus multipartite: menginfeksi baik file dan boot-sector–sebuah penjahat berkedok ganda yang dapat menginfeksikan sistem Anda terus menerus sebelum ditangkap oleh scanner antivirus.

· Virus polymorphic: akan mengubah kode dirinya saat dilewatkan pada mesin yang berbeda; secara teoritis virus jenis ini lebih susah untuk dapat dideteksi oleh scanner antivirus, tetapi dalam kenyataannya virus jenis ini tidak ditulis dengan baik, sehingga mudah untuk diketahui keberadaannya.

· Virus stealth: menyembunyikan dirinya dengan membuat file yang terinfeksi tampak tidak terinfeksi, tetapi virus jenis ini jarang mampu menghadapi scanner antivirus terbaru.

Semua Kode Jahat (Malicious Code) Bukanlah Virus

 Salah satu persepsi keliru dalam masyarakat komputer adalah kode elektronik buruk lainnya, seperti worm dan aplikasi Trojan horse adalah jenis virus. Mereka bukan virus. Worm, Trojan horse, dan virus dalam kategori yang besar biasa disebut analis sebagai “kode jahat”.

Sebuah worm akan mereplikasi dirinya dan masuk ke dalam koneksi jaringan untuk menginfeksi setiap mesin pada jaringan tersebut dan kemudian mereplikasi dirinya kembali, mengambil ruang hard disk dan memperlambat kerja komputer dan jaringan. Walau begitu, worm tidak mengubah atau menghapus file-file lainnya.

Sebuah Trojan horse tidak mereplikasi dirinya, tetapi ia berupa sebuah program jahat yang disamarkan sebagai format lain seperti sebuah screen saver atau file gambar. Saat dieksekusi pada mesin Anda, sebuah Trojan horse akan mengambil informasi dari sistem Anda–seperti nama user dan passwordnya–atau dapat membuat seorang hacker jahat mengambil alih komputer Anda secara remote (dari jarak jauh).

Software Antivirus Menjawab Panggilan Darurat

Para ahli virus telah mendata sekitar 40.000 jenis virus dan variannya selama bertahun-tahun, walau hanya 200 jenis saja yang saat ini aktif di belantara komputer. Sementara kebanyakan virus lebih banyak hanya mengganggu dan menghabiskan waktu kita, dari jenis yang sangat merusaklah yang sangat berbahaya bagi kesehatan [komputer dan kantung Anda].

Virus komputer telah ada sejak tahun 1960, sejak dimulainya era komputer, walau hingga kisaran tahun 1980 mereka kebanyakan hanya spesimen di laboratorium komputer, diciptakan oleh periset dan dilepas dalam lingkungan yang terkontrol untuk mengevaluasi efek mereka.

Saat virus pertama kali ditemukan di permukaan pada tahun 1980-an, penyebaran mereka sangat lambat dan berpindah melalui “jaringan penyelundup”: melalui floppy disk yang dijual dan dibagi pakai antar komputer. Tetapi dengan adanya Internet dan akses e-mail penyebaran virus semakin dipercepat.

Dua tahun yang lalu, dimulai dengan munculnya virus Melissa LoveLetter, penyebaran virus lewat e-mail terus meningkat sehingga perbandingan pengguna komputer biasa menghadapi virus pun semakin membesar. Virus e-mail sekarang menempati tempat teratas dimana ia mengambil porsi 81 persen penyebab komputer terinfeksi virus dan dapat menyebar ke dalam sistem dalam hitungan menit.

Berlatih Menggunakan Komputer Secara Aman

Jalan terbaik untuk melindungi diri [eh, komputer] Anda dari virus adalah jika Anda memiliki koneksi ke Internet, jangan membuka attachment e-mail dari orang yang tidak dikenal dan hindari mendownload dari sumber yang tidak jelas. Lawan keinginan Anda untuk mengklik-dobel isi mailbox Anda. Dan bila Anda mendapat sebuah attachment file dan Anda tidak memintanya, tanyakan pada si pengirim tentang isi attachment dan bagaimana cara menggunakannya tersebut sebelum dibuka.

Untuk memperketat keamanan, Anda perlu menginstall software scanning antivirus yang handal dan selalu mendownload updatenya secara teratur. Vendor software antivirus besar, seperti Symantec, Network Associates, Computer Associates, dan Kapersky Lab, menyediakan layanan update reguler (sebagai catatan Computer Associates InoculateIT merupakan software antivirus yang gratis). Beberapa vendor juga menawarkan layanan update reguler melalui situs Web perusahaan mereka.

Update secara reguler sangat penting. Para periset dari Computer Economics memperkirakan bahwa 30 persen dari usaha kecil sangat rentan terhadap bahaya virus dan itu dikarenakan mereka tidak mengupdate software antivirus mereka secara teratur atau mereka tidak menginstalasikannya secara benar.

Cara Kerja Software Antivirus

Software antivirus memindai isi harddisk komputer dengan dua cara. Bila terdapat virus yang dikenal (yaitu virus yang telah diketahui keberadaannya dan penangkalnya telah ditemukan) maka software tersebut akan mencari signature (tanda) virus–yaitu sebuah string unik pada byte program virus yang mengidentifikasikan virus tersebut seperti sebuah sidik jari–dan akan membuangnya dari sistem Anda. Kebanyakan software scanning tidak hanya mencari virus jenis awal saja, tetapi juga dapat mencari varian virus tersebut, karena kode signature virus tersebut biasanya serupa.

Dalam kasus virus baru yang belum ditemukan antidote-nya, software antivirus akan menjalankan program heuristic yang akan mencari aktivitas mirip virus pada sistem Anda. Bila program tersebut melihat ada gejala tak beres, ia akan mengkarantinakan program yang bermasalah tersebut dan akan menampilkan pesan peringatan pada Anda mengenai apa yang akan dilakukan oleh program tersebut (misalnya mengubah registry Windows Anda). Bila Anda dan software merasa bahwa program tersebut adalah virus, Anda dapat mengirimkan file yang telah terkarantina tersebut pada vendor software antivirus untuk dianalisa, menentukan signaturenya, menamainya dan memasukkannya ke dalam katalog, dan mengirimkan antidote-nya. Virus itu sekarang merupakan virus yang dikenal.

Bila virus tersebut tidak muncul lagi–hal tersebut sering terjadi karena virus tidak ditulis dengan baik untuk disebarkan–vendor akan mengkategorikan virus itu sebagai dormant (virus tidur). Tetapi sebagian virus menyebar seperti gempa: Penyebaran awalnya selalu disertai dengan kejadian susulan. Varian virus (virus jiplakan yang muncul setelah penyebaran virus pertama) akan menambah jumlah jenis virus yang ada.

Contoh adalah saat virus Melissa LoveLetter muncul di Amerika Serikat, variannya–VeryFunnyJoke–langsung muncul dalam beberapa saat, diikuti dengan lebih dari 30 jenis lainnya dalam dua bulan kemudian. Dan tidak semua varian berasal dari penulis program yang misterius. Beberapa perusahaan pernah terinfeksi oleh varian virus yang disebarkan oleh pegawainya sendiri yang penuh rasa ingin tahu terhadap virus yang mereka dapatkan, menciptakan variannya, dan melepaskannya dalam sistem komputer perusahaan mereka–kadang secara tidak sengaja, kadang memang ingin melakukannya.

semoga bermenfaat……

dan saya berharap ada yang berkenan membagi info dan ilmunya pada saya.

Dipublikasi di seputar komputer | Meninggalkan komentar

Slideshow Otomatis Blog TinyCarousel (Custom)

Custom TinyCarousel for Blogger
1.  masuk akun blog sobat >> tataletak/layout >> klik tambah gadget >> pilih HTML/Javascript >> lalu copy dan pastekan kode di bawah

<script type="text/javascript">
var showPostDate_g  = true,

    showComm_g      = true,

    slideOpenNewTab = true,

    idMode          = true,

    slidebyLabels   = false,

    slideLabelName  = "Mengenai",

    pBlank          = "https://lh3.googleusercontent.com/-TXEAbxVLrs8/UCsb6a0yRnI/AAAAAAAAAuE/AttYJG1IIOk/s259/images.jpg",

    text            = "Komentar",

    numposts_g      = 30,

    numchars_g      = 100,

    showText        = "Menampilkan",

    postText        = "Posting",

    tinyprevNav     = "&lt;",

    tinynextNav     = "&gt;",

    home_page       = "http://www.alizainsyahab.co.cc/";

</script>

<script src="http://reader-download.googlecode.com/svn/trunk/autoContent4TinyCarousel.js" type="text/javascript"></script>



<script src='http://myjavascriptslibrarry.googlecode.com/files/jquery.min.tinycrousel.js' type='text/javascript'></script>

<script type='text/javascript'>

//<![CDATA[

$(document).ready(function(){

    $('#tinycarousel').tinycarousel({

        start       : 5,

        display     : 5,

        axis        : 'x',

        interval    : false,

        intervaltime: 5000,

        animation   : false,

        duration    : 2000,

        callback    : null

    });

});

//]]>

</script>

<script src='http://myjavascriptslibrarry.googlecode.com/files/jquery.tinycarousel-custom.js' type='text/javascript'></script>



<style>

/**

 * Custom TinyCarousel by Ali Zain Syahab

 * Visit: http://www.alizainsyahab.co.cc/

 */



#tinycarousel {

  width:532px; /* Lebar Slideshow */

  height:1%;

  overflow:hidden;

  font:normal 10px/12px Arial,Sans-Serif;

  color:#666;

  margin:30px auto;

}



#tinycarousel .viewport {

  height:337px;

  overflow:hidden;

  position:relative;

  background-color:#eee;

  border:1px solid #ccc;

}



#tinycarousel ul.overview {

  list-style:none !important;

  position:absolute;

  padding:0px 0px !important;

  margin:0px 0px !important;

  width:240px;

  left:0px;

  top:0px;

}



#tinycarousel ul.overview li {

  list-style:none !important;

  float:left;

  margin:5px 0px 5px 5px !important;

  padding:0px 0px !important;

  height:auto !important;

  width:168px; /* Lebar satu unit slide */

  background-color:white;

  color:#666;

  border:1px solid #ccc;

}



#tinycarousel .inner {

  margin:10px;

  height:260px;

  overflow:hidden;

}



#tinycarousel img {

  width:auto !important;

  height:170px !important;

  border:none;

  outline:none;

  padding:0px 0px;

  margin:0px 0px;

  -webkit-box-shadow:none;

  -moz-box-shadow:none;

  box-shadow:none;

}



#tinycarousel h6 {

  border-top:1px solid #ddd;

  font:bold 11px/12px Verdana,Arial,Sans-Serif;

  color:#39f;

  margin:9px 0px 5px;

  padding:10px 0px 0px;

  backgorund:transparent;

  overflow:hidden;

}



#tinycarousel h6 a {

  color:#39f;

  text-decoration:none;

  border:none;

}



#tinycarousel p {

  margin:0px 0px;

  padding:0px 0px;

  overflow:hidden;

}



#tinycarousel em {

  font-style:normal;

  color:#aaa;

  background-color:#333;

  background-image:-webkit-linear-gradient(top,#555,#333);

  background-image:-moz-linear-gradient(top,#555,#333);

  background-image:-ms-linear-gradient(top,#555,#333);

  background-image:-o-linear-gradient(top,#555,#333);

  background-image:linear-gradient(top,#555,#333);

  display:block;

  padding:5px 10px;

  margin:0px 0px;

}



#tinycarousel #tinyarrow {

  display:block;

  background-color:white;

  border:1px solid #ccc;

  padding:5px;

  margin:2px 0px 0px;

  overflow:hidden;

}



#tinycarousel #tinyarrow .buttons {

  background-color:#666;

  border:none;

  outline:none;

  display:block;

  padding:2px 5px;

  overflow:hidden;

  position:relative;

  float:left;

  margin:0px 1px;

  color:white;

  text-decoration:none;

  font-weight:bold;

}



#tinycarousel #tinyarrow .disable {

  display:none;

}



#tinycarousel #tinyarrow .buttons:active {

background-color:#900;

  position:relative;

  top:1px;

}



#tinycarousel #tinyarrow span {

  float:right;

  font:bold 11px Tahoma,Verdana,Arial,Sans-Serif;

  display:block;

  margin:2px 5px 0px 0px;

}



/*

 * Orientasi Vertikal

 * CSS diatur secara manual pada versi aslinya

 * tapi di sini semuanya sudah cukup teratur

 */

#tinycarousel.vertical {

  width:242px;

}



#tinycarousel.vertical ul.overview li {

  float:none;

  display:block;

  width:230px;

  margin:5px auto 10px !important;

}



/* End Slideshow */

</style>
2. Ganti URL http://www.alizainsyahab.co.cc/ dengan alamat blog Anda lalu klik Simpan Template.

Konfigurasi Slideshow – JSON & Custom TinyCarousel

Pengaturan JSON – Auto Content Slider

Opsi Keterangan
showPostDate_g Jika bernilai true, bulan terbit artikel akan ditampilkan. Jika bernilai false, bulan terbit artikel akan disembunyikan.
slideOpenNewTab Jika bernilai true, setiap link akan terbuka di tab/jendela baru. Jika bernilai false, setiap link akan terbuka di tab/jendela yang sama.
idMode Jika bernilai true, sistem penanggalan akan berubah menjadi berbahasa Indonesia. Jika bernilai false, sistem penanggalan akan berubah menjadi berbahasa Inggris.
slidebyLabels Ubah nilainya menjadi true jika ingin menampilkan daftar slide artikel dengan label yang spesifik. Setelah itu tentukan nama label pada variabel slideLabelName.
slideLabelName Digunakan untuk menentukan nama label yang spesifik setelah mengubah nilai slidebyLabels menjadi true.
pBlank Adalah gambar cadangan yang akan ditampilkan jika artikel tidak memiliki gambar.
text Digunakan untuk menentukan label jumlah komentar (contoh: 7 Komentar).
numposts_g Digunakan untuk menentukan jumlah slide.
numchars_g Digunakan untuk menentukan jumlah karakter ringkasan artikel.
showText & postText Digunakan untuk mengubah teks “Menampilkan” N “Posting”.
tinyprevNav Digunakan untuk menentukan simbol navigasi mundur pada slideshow.
tinynextNav Digunakan untuk menentukan simbol navigasi maju pada slideshow.
home_page URL blog Anda.

Konfigurasi Slideshow

Terdapat beberapa konfigurasi standar yang sangat umum dijumpai pada plugin animasi JQuery. Yaitu kecepatan, delay, opsi animasi otomatis dan hal-hal umum lainnya:

Opsi Nilai Keterangan
start 1, 2, 3, … (urutan) Digunakan untuk menentukan slide nomor ke berapa yang akan tampil terlebih dulu saat halaman dikunjungi.
display 1, 2, 3, … (jumlah) Digunakan untuk menentukan berapa banyak slide yang akan bergeser dalam sekali klik navigasi/sekali animasi.
axis ‘x’ Nilai 'x' akan membuat orientasi slideshow menjadi horizontal, nilai 'y' akan membuat orientasi slideshow menjadi vertikal.
‘y’
interval true Nilai true akan membuat slideshow bergerak secara otomatis, nilai false akan membuat slideshow mati dan hanya bisa bergerak jika Anda mengeklik tombol navigasi.
false
intervaltime 500, 3000, … (kecepatan) Digunakan untuk menentukan lama waktu slide berhenti diantara animasi (hanya berlaku untuk animasi otomatis).
animation true Nilai true akan membuat slideshow bergerak dengan efek animasi, nilai false akan membuat slideshow bergerak kaku dan tampak meloncat.
false
duration 500, 3000, … (kecepatan) Digunakan untuk menentukan kecepatan animasi perpindahan slide.
callback null Digunakan untuk menerapkan fungsi tambahan yang akan dieksekusi setiap kali slide berpindah.
function() { … }

silahkan mencoba…..

Dipublikasi di blog tutorial | Meninggalkan komentar

Memasang Slider ala Drakon Template

slider gambar

cara membuat imageslider ala template drakon:

1.

Login ke blogger anda >> klik Tata Letak >> pilih Edit HTML >> Backup dulu template anda dengan mengklik Download Template Lengkap.
Letakkan kode berikut di atas kode ]]></b:skin>

#slidearea{
height:150px;
overflow:hidden;margin:-20px 0px 0 2px;
position:relative;
width:965px;
background:#fff url(http://3.bp.blogspot.com/_JUg9QsmKp5s/TMti6qq0QxI/AAAAAAAAAYs/85Em1FsewNI/s000/header-background.png) repeat-x;
border:5px ridge #052844;
}
#gallerycover{
overflow:hidden;
margin:9px 20px 0 32px;
width:920px;
}
.mygallery{
overflow:hidden;
position:relative;
}
.mytext img{
float:left;
}
.mytext{
position:relative;
margin:0 5px 0 5px;
width:170px;
height:210px;
display:inline;
float:left;
color:#c4c4c4;
}
.inpost{
position:absolute;
top:0;
left:0;
width:250px;
background:#fff;
}
.mytext {
padding:5px 0;
color:#000;
width:170px;
font-size:12px;
font-weight:bold;
}
.mytext h4 a:link,.mytext h4 a:visited{
color:#000;
text-shadow: 0px 1px 0px #efefef;
}
.mytext p{
padding:0 0;
color:#555;
font-size:12px;
line-height:20px;
width:170px;
text-shadow:1px 1px 0 #f6f6f6;
}
.prevb{
float:left;
width:24px;
height:24px;
z-index:200;
background:url(http://2.bp.blogspot.com/_jeu1dUw9AK4/TSXBUU5bgII/AAAAAAAAANc/p4oSpglWP_k/s1600/back+demomaskolis.gif);
position:absolute;
left:5px;bottom:65px;
}
.nextb{
float:right;
width:24px;
height:24px;
z-index:200;
background:url(http://1.bp.blogspot.com/_jeu1dUw9AK4/TSXBWqhgrxI/AAAAAAAAANg/cXq1QUt15h8/s1600/prev+demomaskolis.gif);
position:absolute;
right:5px;
bottom:65px;
display:block;
}

2.

Masih pada posisi Edit HTML. Letakkan kode berikut di bawah kode ]]></b:skin>.atau diatas </head>
<script src=’http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.4.2/jquery.min.js&#8217; type=’text/javascript’/>

<script type=’text/javascript’>
//<![CDATA[

/*
 * jQuery Easing v1.1 – http://gsgd.co.uk/sandbox/jquery.easing.php
 *
 * Uses the built in easing capabilities added in jQuery 1.1
 * to offer multiple easing options
 *
 * Copyright (c) 2007 George Smith
 * Licensed under the MIT License:
 *   http://www.opensource.org/licenses/mit-license.php
 */

jQuery.easing = {
    easein: function(x, t, b, c, d) {
        return c*(t/=d)*t + b; // in
    },
    easeinout: function(x, t, b, c, d) {
        if (t < d/2) return 2*c*t*t/(d*d) + b;
        var ts = t – d/2;
        return -2*c*ts*ts/(d*d) + 2*c*ts/d + c/2 + b;       
    },
    easeout: function(x, t, b, c, d) {
        return -c*t*t/(d*d) + 2*c*t/d + b;
    },
    expoin: function(x, t, b, c, d) {
        var flip = 1;
        if (c < 0) {
            flip *= -1;
            c *= -1;
        }
        return flip * (Math.exp(Math.log(c)/d * t)) + b;       
    },
    expoout: function(x, t, b, c, d) {
        var flip = 1;
        if (c < 0) {
            flip *= -1;
            c *= -1;
        }
        return flip * (-Math.exp(-Math.log(c)/d * (t-d)) + c + 1) + b;
    },
    expoinout: function(x, t, b, c, d) {
        var flip = 1;
        if (c < 0) {
            flip *= -1;
            c *= -1;
        }
        if (t < d/2) return flip * (Math.exp(Math.log(c/2)/(d/2) * t)) + b;
        return flip * (-Math.exp(-2*Math.log(c/2)/d * (t-d)) + c + 1) + b;
    },
    bouncein: function(x, t, b, c, d) {
        return c – jQuery.easing[‘bounceout’](x, d-t, 0, c, d) + b;
    },
    bounceout: function(x, t, b, c, d) {
        if ((t/=d) < (1/2.75)) {
            return c*(7.5625*t*t) + b;
        } else if (t < (2/2.75)) {
            return c*(7.5625*(t-=(1.5/2.75))*t + .75) + b;
        } else if (t < (2.5/2.75)) {
            return c*(7.5625*(t-=(2.25/2.75))*t + .9375) + b;
        } else {
            return c*(7.5625*(t-=(2.625/2.75))*t + .984375) + b;
        }
    },
    bounceinout: function(x, t, b, c, d) {
        if (t < d/2) return jQuery.easing[‘bouncein’] (x, t*2, 0, c, d) * .5 + b;
        return jQuery.easing[‘bounceout’] (x, t*2-d,0, c, d) * .5 + c*.5 + b;
    },
    elasin: function(x, t, b, c, d) {
        var s=1.70158;var p=0;var a=c;
        if (t==0) return b;  if ((t/=d)==1) return b+c;  if (!p) p=d*.3;
        if (a < Math.abs(c)) { a=c; var s=p/4; }
        else var s = p/(2*Math.PI) * Math.asin (c/a);
        return -(a*Math.pow(2,10*(t-=1)) * Math.sin( (t*d-s)*(2*Math.PI)/p )) + b;
    },
    elasout: function(x, t, b, c, d) {
        var s=1.70158;var p=0;var a=c;
        if (t==0) return b;  if ((t/=d)==1) return b+c;  if (!p) p=d*.3;
        if (a < Math.abs(c)) { a=c; var s=p/4; }
        else var s = p/(2*Math.PI) * Math.asin (c/a);
        return a*Math.pow(2,-10*t) * Math.sin( (t*d-s)*(2*Math.PI)/p ) + c + b;
    },
    elasinout: function(x, t, b, c, d) {
        var s=1.70158;var p=0;var a=c;
        if (t==0) return b;  if ((t/=d/2)==2) return b+c;  if (!p) p=d*(.3*1.5);
        if (a < Math.abs(c)) { a=c; var s=p/4; }
        else var s = p/(2*Math.PI) * Math.asin (c/a);
        if (t < 1) return -.5*(a*Math.pow(2,10*(t-=1)) * Math.sin( (t*d-s)*(2*Math.PI)/p )) + b;
        return a*Math.pow(2,-10*(t-=1)) * Math.sin( (t*d-s)*(2*Math.PI)/p )*.5 + c + b;
    },
    backin: function(x, t, b, c, d) {
        var s=1.70158;
        return c*(t/=d)*t*((s+1)*t – s) + b;
    },
    backout: function(x, t, b, c, d) {
        var s=1.70158;
        return c*((t=t/d-1)*t*((s+1)*t + s) + 1) + b;
    },
    backinout: function(x, t, b, c, d) {
        var s=1.70158;
        if ((t/=d/2) < 1) return c/2*(t*t*(((s*=(1.525))+1)*t – s)) + b;
        return c/2*((t-=2)*t*(((s*=(1.525))+1)*t + s) + 2) + b;
    },
    linear: function(x, t, b, c, d) {
        return c*t/d + b; //linear
    }
};

//]]>
</script>

<script type=’text/javascript’>
//<![CDATA[

eval(function(p,a,c,k,e,r){e=function(c){return(c<a?”:e(parseInt(c/a)))+((c=c%a)>35?String.fromCharCode(c+29):c.toString(36))};if(!”.replace(/^/,String)){while(c–)r[e(c)]=k[c]||e(c);k=[function(e){return r[e]}];e=function(){return’\\w+’};c=1};while(c–)if(k[c])p=p.replace(new RegExp(‘\\b’+e(c)+’\\b’,’g’),k[c]);return p}(‘(6($){$.1g.1w=6(o){o=$.1f({r:n,x:n,N:n,17:q,J:n,L:1a,16:n,y:q,u:12,H:3,B:0,k:1,K:n,I:n},o||{});8 G.R(6(){p b=q,A=o.y?”15″:”w”,P=o.y?”t”:”s”;p c=$(G),9=$(“9”,c),E=$(“10”,9),W=E.Y(),v=o.H;7(o.u){9.1h(E.D(W-v-1+1).V()).1d(E.D(0,v).V());o.B+=v}p f=$(“10”,9),l=f.Y(),4=o.B;c.5(“1c”,”H”);f.5({U:”T”,1b:o.y?”S”:”w”});9.5({19:”0″,18:”0″,Q:”13″,”1v-1s-1r”:”S”,”z-14″:”1″});c.5({U:”T”,Q:”13″,”z-14″:”2″,w:”1q”});p g=o.y?t(f):s(f);p h=g*l;p j=g*v;f.5({s:f.s(),t:f.t()});9.5(P,h+”C”).5(A,-(4*g));c.5(P,j+”C”);7(o.r)$(o.r).O(6(){8 m(4-o.k)});7(o.x)$(o.x).O(6(){8 m(4+o.k)});7(o.N)$.R(o.N,6(i,a){$(a).O(6(){8 m(o.u?o.H+i:i)})});7(o.17&&c.11)c.11(6(e,d){8 d>0?m(4-o.k):m(4+o.k)});7(o.J)1p(6(){m(4+o.k)},o.J+o.L);6 M(){8 f.D(4).D(0,v)};6 m(a){7(!b){7(o.K)o.K.Z(G,M());7(o.u){7(a<=o.B-v-1){9.5(A,-((l-(v*2))*g)+”C”);4=a==o.B-v-1?l-(v*2)-1:l-(v*2)-o.k}F 7(a>=l-v+1){9.5(A,-((v)*g)+”C”);4=a==l-v+1?v+1:v+o.k}F 4=a}F{7(a<0||a>l-v)8;F 4=a}b=12;9.1o(A==”w”?{w:-(4*g)}:{15:-(4*g)},o.L,o.16,6(){7(o.I)o.I.Z(G,M());b=q});7(!o.u){$(o.r+”,”+o.x).1n(“X”);$((4-o.k<0&&o.r)||(4+o.k>l-v&&o.x)||[]).1m(“X”)}}8 q}})};6 5(a,b){8 1l($.5(a[0],b))||0};6 s(a){8 a[0].1k+5(a,\’1j\’)+5(a,\’1i\’)};6 t(a){8 a[0].1t+5(a,\’1u\’)+5(a,\’1e\’)}})(1x);’,62,96,’||||curr|css|function|if|return|ul|||||||||||scroll|itemLength|go|null||var|false|btnPrev|width|height|circular||left|btnNext|vertical||animCss|start|px|slice|tLi|else|this|visible|afterEnd|auto|beforeStart|speed|vis|btnGo|click|sizeCss|position|each|none|hidden|overflow|clone|tl|disabled|size|call|li|mousewheel|true|relative|index|top|easing|mouseWheel|padding|margin|200|float|visibility|append|marginBottom|extend|fn|prepend|marginRight|marginLeft|offsetWidth|parseInt|addClass|removeClass|animate|setInterval|0px|type|style|offsetHeight|marginTop|list|jCarouselLite|jQuery’.split(‘|’),0,{}))

//]]>
</script>

3.

Kita akan meletakkan id untuk slider Drakon tepat di bawah header blog. Nah, anda pun bisa menyesuaikan penempatan id ini. Jadi cocokkan saja dengan template anda. Apalagi template blogger yang sudah banyak dimodifikasi. Langsung saja cari kode </header> Letakkan kode di bawah ini tepat di bawah kode </header>.
<div style=’height:20px;width:100%;overflow:hidden;’/>
<script type=’text/javascript’>
var $jx = jQuery.noConflict();
$jx(function() {
 $jx(&quot;.mygallery&quot;).jCarouselLite({
 btnNext: &quot;.nextb&quot;,
        btnPrev: &quot;.prevb&quot;,
    visible: 5,
    speed: 1000,
    easing: &quot;backout&quot;      
    });
});
</script>
<div id=’slidearea’>
<div id=’gallerycover’>
<div class=’mygallery’>
<ul>
<li>
<div class=’mytext’>
<a href=’SLIDE-1-LINK-HERE’>
<img class=’sidim’ src=’http://4.bp.blogspot.com/_jeu1dUw9AK4/TR2DuwobuOI/AAAAAAAAAKQ/T1soo5TrZTE/s1600/demomaskolis+come+away+with+me+1.jpeg’/&gt;
</a>
<div class=’clear’/> 
<p align=’center’><a href=’SLIDE-1-LINK-HERE’>Norah Jones Lyrics</a></p>
</div>      
</li>
<li>
<div class=’mytext’>
<a href=’SLIDE-2-LINK-HERE’>
<img class=’sidim’ src=’http://1.bp.blogspot.com/_jeu1dUw9AK4/TR2EegHHJoI/AAAAAAAAAKU/9AfNRLXh3Vw/s1600/demomaskolis+soldier+1.jpeg’/&gt;
</a>
<div class=’clear’/> 
<p align=’center’><a href=’SLIDE-1-LINK-HERE’>Sade Lyrics</a></p>
</div>      
</li>
<li>
<div class=’mytext’>
<a href=’SLIDE-3-LINK-HERE’>
<img class=’sidim’ src=’http://1.bp.blogspot.com/_jeu1dUw9AK4/TR2FafWeg7I/AAAAAAAAAKY/WFIOouVco_w/s1600/demomaskolis+basia1.jpg’/&gt;
</a>
<div class=’clear’/> 
<p align=’center’><a href=’SLIDE-1-LINK-HERE’>Basia Lyrics</a></p>
</div>      
</li>
<li>
<div class=’mytext’>
<a href=’SLIDE-4-LINK-HERE’>
<img class=’sidim’ src=’http://1.bp.blogspot.com/_jeu1dUw9AK4/TR2HlkJejLI/AAAAAAAAAKo/B7McFqr4stE/s1600/jamiroquai+demomaskolis1.jpeg’/&gt;
</a>
<div class=’clear’/> 
<p align=’center’><a href=’SLIDE-1-LINK-HERE’>Jamiroquai Lyrics</a></p>
</div>      
</li>
<li>
<div class=’mytext’>
<a href=’SLIDE-5-LINK-HERE’>
<img class=’sidim’ src=’http://3.bp.blogspot.com/_jeu1dUw9AK4/TR2HgQdkYII/AAAAAAAAAKk/gUMd7qAa-Aw/s1600/jamie+cullum+demomaskolis1.jpg’/&gt;
</a>
<div class=’clear’/> 
<p align=’center’><a href=’SLIDE-1-LINK-HERE’>Jamie Cullum Lyrics</a></p>
</div>      
</li>
<li>
<div class=’mytext’>
<a href=’SLIDE-6-LINK-HERE’>
<img class=’sidim’ src=’http://2.bp.blogspot.com/_jeu1dUw9AK4/TR2Hd02hagI/AAAAAAAAAKg/aL38V2g-fow/s1600/diana+krall+demomaskolis.jpeg’/&gt;
</a>
<div class=’clear’/> 
<p align=’center’><a href=’SLIDE-1-LINK-HERE’>Diana Krall Lyrics</a></p>
</div>      
</li>
<li>
<div class=’mytext’>
<a href=’SLIDE-7-LINK-HERE’>
<img class=’sidim’ src=’http://2.bp.blogspot.com/_jeu1dUw9AK4/TR300tjO3dI/AAAAAAAAAKw/oyTuJMyY748/s1600/demomaskolis+sting.jpg’/&gt;
</a>
<div class=’clear’/> 
<p align=’center’><a href=’SLIDE-1-LINK-HERE’>Sting Lyrics</a></p>
</div>      
</li>
</ul>
<div class=’clear’/>   
</div>
</div>
   <a class=’prevb’ href=’#’/>
   <a class=’nextb’ href=’#’/> 
</div>
Kalau sudah klik simpan template dan perhatikan apakan slider gambar sudah terpasang dengan baik di blog anda. Pemasangan slider gambar ala Drakon ini saya sesuaikan dengan isi dari blog saya. Jika anda ingin merubah tampilan atau gambar, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :
  1. Background slider, anda bisa ganti http://3.bp.blogspot.com/_JUg9QsmKp5s/TMti6qq0QxI/AAAAAAAAAYs/85Em1FsewNI/s000/header-background.png sesuai dengan background anda sendiri
  2. #slidearea{
    height:150px;
    overflow:hidden;margin:-20px 0px 0 2px;
    position:relative;
    width:965px;
    border:5px ridge #052844;

    }

  3. Pada contoh slider di atas, saya menyertakan link dan teks (tulisan warna merah) dari blog demo saya. Jadi, silahkan mengganti link, teks dan gambar (image) buatan sendiri, sesuaikan dengan kebutuhan. Bagian tersebut adalah seperti ini :
    <li>
    <div class=’mytext’>
    <a href=’SLIDE-1-LINK-HERE’> <img class=’sidim’ src=’http://4.bp.blogspot.com/_jeu1dUw9AK4/TR2DuwobuOI/AAAAAAAAAKQ/T1soo5TrZTE/s1600/demomaskolis+come+away+with+me+1.jpeg‘/> </a>
    <div class=’clear’/>
    <p align=’center’><a href=’SLIDE-1-LINK-HERE’>Norah Jones Lyrics</a></p>
    </div>
    </li>
  4. Jika ingin menambahkan deskripsi singkat di bawah judul gambar, temen-temen bisa rubah menjadi seperti ini
    <li>
    <div class=’mytext’>
    <a href=’SLIDE-1-LINK-HERE’>
    <img class=’sidim’ src=’http://4.bp.blogspot.com/_jeu1dUw9AK4/TR2DuwobuOI/AAAAAAAAAKQ/T1soo5TrZTE/s1600/demomaskolis+come+away+with+me+1.jpeg’/&gt; </a> <div class=’clear’/>
    <h2><a href=’SLIDE-1-LINK-HERE’>Norah Jones Lyrics</a></h2>  
    <p>Norah Jones adalah penyanyi jazz terkenal yang sudah banyak memperoleh penghargaan…..</p>
    </div>
    </li>
  5. Untuk merubah lebar (width:965px), anda bisa sesuaikan dengan lebar di template yang anda pakai. Demikian juga tinggi slider, anda bisa atur sendiri, bisa kan? Saya yakin pasti bisa. 
Wah banyak juga kodenya ya? Temen-temen jangan bingung, saya yakin bagi anda yang senang mengutak-atik kode-kode HTML pasti bisa. Jika masih bingung juga, isi saja kotak komentar yang ada di bawah, siapa tahu saya bisa membantu.

Selamat mencobanya sendiri dan semoga bermanfaat.
Dipublikasi di blog tutorial | Meninggalkan komentar

mengatasi masalah unresponsive script pada mozilla firefox

berikut cara untuk mengatasi masalah unresponsive script pada browser mozilla firefox….
al kisah waktu an lagi browsing, yang pasti pake browser kesayangan saya(si mozilla …hehe) sering sekali muncul peringatan yang sangat mengganggu seperti gambar di bawah….

tentunya ini sangat mengganggu. Pada mulanya sih engga saya perdulikan peringatan itu. Tapi lama-lama ko sering muncul dan bikin laju browser jadi lemot banget, ini membuat kesal juga,  biasa dah mulai nanya-nanya ke mbah google akhirnya ketemu juga caranya, begini nih caranya 
  1. Ketik “about:config” di kotak alamat Firefox Anda(kotak tempat anda menuliskan url wesite) tanpa tanda petik.
  2. klik aja tulisan “I’ll be careful, I promise”
  3. Di bawah kotak alamat, sekarang Anda akan melihat bentuk persegi panjang yang kosong – kotak Filter/search. Di sini, ketik “dom.max_script_run_time” sekali lagi tanpa tanda petik juga.
  4. Klik kanan baris ini, lalu pilih Modify.
  5. Ganti “10 atau 0” dengan “30” untuk menaikkan maksimum default ke 30 detik.

Mudah-mudahan bermanfaat, klw ada yang punya saran lain silahkan berbagi di kolom komentar ya …….. 

Dipublikasi di seputar komputer | Meninggalkan komentar

Membuat Drop Down Menu Sendiri

drop down menu for blogs

Cara Memasang Drop Down Menu ini pada Blog

  1. Masuk Blogger > “Tata letak >Pilih Tambah Gadget
  2. Pilih “HTML/Javascript” Widget. Karna Kita akan membuatnya pada Bagian Atas, maka letakkan pada posisi Atas pada Layout Template Sobat.
  3. Copy dan Paste Kode di bawah pada kotak HTML/Javascript Tadi dan Simpan.


<script src='http://dropdownlevel.googlecode.com/files/dropdownddlevel.js.txt' type='text/javascript'></script>
<style>
/* ######### Drop Down Menu by www.MyBloggerTricks.com ######### */


.ddsubmenustyle, .ddsubmenustyle div{ /*topmost and sub DIVs, respectively*/
font: normal 13px Verdana;
margin: 0;
padding: 0;
position: absolute;
left: 0;
top: 0;
list-style-type: none;
background: white;
border: 1px solid black;
border-bottom-width: 0;
visibility: hidden;
z-index: 100;
}

.ddsubmenustyle ul{
margin: 0;
padding: 0;
position: absolute;
left: 0;
top: 0;
list-style-type: none;
border: 0px none;
}

.ddsubmenustyle li a{
display: block;
width: 170px; /*width of menu (not including side paddings)*/
color: black;
background-color: lightyellow;
text-decoration: none;
padding: 4px 5px;
border-bottom: 1px solid black;
}

* html .ddsubmenustyle li{ /*IE6 CSS hack*/
display: inline-block;
width: 170px; /*width of menu (include side paddings of LI A*/
}

.ddsubmenustyle li a:hover{
background-color: black;
color: white;
}

.downarrowpointer{ /*CSS for "down" arrow image added to top menu items*/
padding-left: 4px;
border: 0;
}

.rightarrowpointer{ /*CSS for "right" arrow image added to drop down menu items*/
position: absolute;
padding-top: 3px;
left: 100px;
border: 0;
}

.ddiframeshim{
position: absolute;
z-index: 500;
background: transparent;
border-width: 0;
width: 0;
height: 0;
display: block;
}


/* ######### Black Strip Main Menu Bar CSS ######### */

.mattblackmenu ul{
margin: 0;
padding: 0;
font: bold 12px Verdana;
list-style-type: none;
border-bottom: 1px solid gray;
background: #414141; overflow: hidden;
width: 100%;
}

.mattblackmenu li{
display: inline;
margin: 0;
}

.mattblackmenu li a{
float: left;
display: block;
text-decoration: none;
margin: 0;
padding: 6px 8px; /*padding inside each tab*/
border-right: 1px solid white; /*right divider between tabs*/
color: white;
background: #414141;
}

.mattblackmenu li a:visited{
color: white;
}

.mattblackmenu li a:hover{
background: black; /*background of tabs for hover state */
}

.mattblackmenu a.selected{
background: black; /*background of tab with "selected" class assigned to its LI */
}

</style>



<div id="ddtopmenubar" class="mattblackmenu">
<ul>
<li><a href="#">LINK1</a></li>
<li><a href="#" rel="ddsubmenu1">LINK2</a></li>
<li><a href="#" rel="ddsubmenu2">LINK3</a></li>
<li><a href="#">Link4</a></li>
<li><a href="#" rel="ddsubmenu3">LINK5</a></li>
</ul>
</div>

<script type="text/javascript">
ddlevelsmenu.setup("ddtopmenubar", "topbar") //ddlevelsmenu.setup("mainmenuid", "topbar|sidebar")
</script>


<ul class='ddsubmenustyle' id='ddsubmenu1'>
<li><a href='#'>LINK2 ITEM 1</a></li>
<li><a href='#'>LINK2 ITEM 2</a>
  <ul>
  <li><a href='#'>LINK2 ITEM 2.1</a></li>
  <li><a href='#'>LINK2 ITEM 2.2</a></li>
  </ul>

</li>
<li><a href='#'>LINK2 ITEM 3</a>
  <ul>
  <li><a href='#'>LINK2 ITEM 3.1</a></li>

    </ul>

</li>

<li><a href='#'>LINK2 ITEM 4</a></li>

</ul>


<ul class='ddsubmenustyle' id='ddsubmenu2'>
<li><a href='#'>LINK3 ITEM 1</a></li>
<li><a href='#'>LINK3 ITEM 2</a></li>
<li><a href='#'>LINK3 ITEM 3</a>
  <ul>
  <li><a href='#'>LINK3 ITEM 3.1</a></li>

<li><a href='#'>LINK3 ITEM 3.2</a></li>
  <li><a href='#'>LINK3 ITEM 3.3</a></li>
  <li><a href='#'>LINK3 ITEM 3.4</a></li>
  </ul>
</li>
<li><a href='#'>LINK3 ITEM 4</a></li>
<li><a href='#'>LINK3 ITEM 5</a>
  <ul>

  <li><a href='#'>LINK3 ITEM 5.1</a></li>
  <li><a href='#'>LINK3 ITEM 5.2</a>
    <ul>
    <li><a href='#'>LINK3 ITEM 5.2 1</a></li>
    <li><a href='#'>LINK3 ITEM 5.2 2</a></li>
    <li><a href='#'>LINK3 ITEM 5.2 3</a></li>

    </ul>
  </li>
    </ul>
</li>
<li><a href='#'>LINK3 ITEM 6</a></li>
</ul>



<ul class='ddsubmenustyle' id='ddsubmenu3'>
<li><a href='#'>LINK5 ITEM 1</a></li>
<li><a href='#'>LINK5 ITEM 2</a></li>

<li><a href='#'>LINK5 ITEM 3</a></li>
<li><a href='#'>LINK5 ITEM 4</a></li>
<li><a href='#'>LINK5 ITEM 5</a></li>
</ul>



Untuk Memahami Kode di Atas:

  • Ganti simbol # dengan link halaman
  • Ganti teks hitam tebal dengan Judul Halaman
  • Untuk membuat Sub Menu di Bawah Menu Utama Tambahkan Atribut rel=”……..” Seperti Contoh:( rel=”ddsubmenu1) Sesuaikan Angka Dengan Sub Menunya.
  • Adapun Untuk Membuat Sub Menu Di dalam Sub Menu Lain Anda hanya perlu menambahkan tag <ul></ul> dan <li></li> biasa.
  • Menu utama/Main Menu Dituliskan Duluan dan drop down menu dituliskan secara terpisah setelah fungsi panggilan JavaScript.
  • Untuk merubah Warna Background edit background: #414141;

   4.   Save widget dan Drop Down Menu Anda sudah Jadi …..!

   5.   Jangan Lupa Untuk Tidak Menampilkan Tab Laman Devault Anda Agar Drop Down Menu Baru
        Anda tampil dengan maksimal. caranya: masuk blogger > klik laman > pada pengaturan laman pilih
        jangan tampilkan.

se
semoga bermanfaat….

Nb: untuk pertanyaan tingalkan komentar di bawah postingan ini…..:)

Dipublikasi di blog tutorial, menu navigasi | Meninggalkan komentar

Pasang Icon Yahoo ! Messenger

Bagaimana cara menampilkan status online Yahoo ! Messenger pada halaman blog. Barangkali ada di antara para sobat juga berkeinginan yang sama namun belum mengetahui caranya,ada baiknya menyimak beberapa penjelasan berikut.

Sebenarnya jika saya pikir-pikir, kayanya agak merasa malu menerangkan ini, mungkin bagi para sobat yang sudah beberapa kali mengunjungi blog ini hampir atau bahkan belum pernah melihat Icon Yahoo ! Messenger saya menyala tanda sedang online chatting. Memang benar saya sangat jarang sekali ber chatting ria di dunia maya, paling-paling kalau ada perlu dan itupun janjian terlebih dahulu baru saya chatting (lho ko jadi cerita…kelamaan), oh iya lupa

Untuk menampilkan icon status online yahoo ! messenger, kita bisa memilih sebanyak 5 pilihan, yakni style id 1, style id 2, style id 3, style id 4, serta style id 5, Apa perbedaan dari style id ini? perbedaannya adalah ukuran dari icon itu sendiri, untuk melihat perbedaan style id, silahkan sobat perhatikan gambar berikut :

Style ID 1                      Style ID 2                       Style ID 3         Style ID 4     Style ID 5

masing-masing gambar mempunyai URL adddress sendiri yaitu :

http://opi.yahoo.com/online?u=YahooID&m=g&t=1
Untuk Style ID 1

http://opi.yahoo.com/online?u=YahooID&m=g&t=2
Untuk Style ID 2

http://opi.yahoo.com/online?u=YahooID&m=g&t=3
Untuk Style ID 3

http://opi.yahoo.com/online?u=YahooID&m=g&t=4
Untuk Style ID 4

http://opi.yahoo.com/online?u=YahooID&m=g&t=5
Untuk Style ID 5

itu tadi adalah URL address masing-masing Style ID, maka agar tampil menjadi gambar, kita harus menambah kode yaitu :

<img src="URL address">

Sehingga untuk menampilkan URL address di atas menjadi sebuah gambar, maka kodenya akan seperti ini :

<img src="http://opi.yahoo.com/online?u=YahooID&m=g&t=1" border="0">
Untuk Style ID 1

<img src="http://opi.yahoo.com/online?u=YahooID&m=g&t=2" border="0">
Untuk Style ID 2

<img src="http://opi.yahoo.com/online?u=YahooID&m=g&t=3" border="0">
Untuk Style ID 3

<img src="http://opi.yahoo.com/online?u=YahooID&m=g&t=4" border="0">
Untuk Style ID 4

<img src="http://opi.yahoo.com/online?u=YahooID&m=g&t=5" border="0">
Untuk Style ID 5

Penambahan kode border="0", agar gambar yang di hasilkan terhindar dari adanya garis tepi atau bingkai. Tapi tentu saja kode diatas adalah hanya untuk menampilkan gambar icon YM nya dan belum bisa bereaksi walaupun sudah di klik oleh para pengunjung.

Ada beberapa pilihan yang bisa kita terapkan ketika pengunjung mengklik icon YM kita, yaitu :

Kirim Instant Messenger.

Kodenya sebagai berikut :

<a href="ymsgr:sendIM?YOURID">Kirim IM</a>

Sehingga untuk kode lengkapnya jadi seperti ini :

<a href="ymsgr:sendIM?YOURID"><img src="http://opi.yahoo.com/online?u=YourID&m=g&t=StyleID" border="0"></a>

Kirim Instant Messenger dengan pesan

Kodenya sebagai berikut :

<a href="ymsgr:sendIM?YOURID&m=YOUR+MESSAGE">Kirim IM</a>

Sehingga untuk kode lengkapnya jadi seperti ini :

<a href="ymsgr:sendIM?YOURID&m=YOUR+MESSAGE"><img src="http://opi.yahoo.com/online?u=YourID&m=g&t=StyleID" border="0"></a>

Menambahkan link ke chat room favorit

Kodenya sebagai berikut :

<a href="ymsgr:addfriend?YOURID">Masukan ke daftar teman sobat</a>

Sehingga untuk kode lengkapnya jadi seperti ini :

<a href="ymsgr:addfriend?YOURID"><img src="http://opi.yahoo.com/online?u=YourID&m=g&t=StyleID" border="0"></a>

Bagaimana jelaskan? biar lebih jelas lagi saya beri contoh.

Karena email saya adalah amn_tea@yahoo.co.id maka id saya adalah amn_tea, Sehingga kode untuk mengirimkan Instan Message dengan pilihan Style ID 2 adalah sebagai berikut :

<a href="ymsgr:sendIM?alishahab.shahab"><img src="http://opi.yahoo.com/online?u=alishahab.shahab&m=g&t=2" border="0"></a>

dan yang akan tampil seperti ini : 









Icon di atas benar-benar Live, jadi tentunya icon nya akan menyala apabila saya sedang online di Yahoo ! Messenger .

Mudah-mudahan jelas. Selamat mencoba !

Dipublikasi di blog tutorial | Meninggalkan komentar